Puteri Sukanto Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN

Puteri Sukanto Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN

Berikut ada kabar terbaru datangnya dari puteri seorang penguasa sukses yang bernama Sukanto Tanoto yang masuk dalam daftar 25 filantropis berpengaruh di ASEAN. Bernama Belinda Tanoto, ia merupakan puteri termuda dari pasangan Sukanto Tanoto dengan Tinah Bingei Tanoto. Ia memiliki paassion dalam kegiatan meningkatan akses serta kualitas pendidikan yang ada di beberapa negara berkembang. Ia bahkan cukup antusias sekali dalam menerapkan prinsip yang telah dipelajari untuk menemukan solusi bagi masyarakat.

Belinda Tanoto bersama tim Tanoto Foundation langsung bertemu dengan guru, para orangtua, dan juga pengawas sekolah untuk kemudian mendapatkan umpan balik yang berharga. Ia percaya bahwa inovasi terjadi di lapangan, bukannya di kantor pusat. Dengan mendiskusikan isu – isu secara bersamaan, Tanoto Foundation akan bisa memberikan solusi awal dengan lebih baik, sesuai dengan kebutuhan yang sesungguhnya.

Contohnya saja, dikarenakan kepemimpinan sekolah jadi salah satu komponen paling penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, kini ia semakin memperluas lagi program pelatihan guru dengan cara menyertakan kepada sekolah sebagai peserta pelatihan. Belinda Tanoto mengakui bahwasannya kemitraan merupakan elemen paling penting untuk bisa memastikan bantuan yang diberikan kepada masyarakat bersifat berkelanjutan dan holistik.

Puteri Sukanto Tanoto Masuk Daftar 25 Filantropis Berpengaruh di ASEAN

Belinda Tanoto merupakan salah satu anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation yang masuk dalam ASEAN Impact 25, ini bukan tanpa alasan, sebab memang sudah ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan oleh Belinda Tanoto bersama Tanoto Foundation untuk masyarakat, khususnya dalam hal pendidikan. ASEAN Impact 25 ini sendiri adalah sebuah katalog yang berisikan mengenai kompilasi gagasan 25 filantropis berpengaruh yang ada di Asia Tenggara. Dimana katalog yang diselenggarakan oleh Asian Philanthropy Circle tersebut diluncurkan bersamaan dengan acara ASEAN Philanthropy Dialogue.

Belinda Tanoto memang dipercaya oleh orangtuanya, yakni Sukanto Tanoto untuk memimpi generasi baru bagi Tanoto Foundation. Ini adalah sebuah yayasan filantropi keluarga. Dimana pada tahun 1981, Sukanto bersama istrinya yakni Tinah Bingei Tanoto memulai kegiatan Tanoto Foundation dengan cara meletakkan dasar – dasar dari kegiatan filantropi tersebut. Tujuan hal ini tak lain adalah untuk menanggulangi kemiskinan lewat pendidikan, pemberdayaan, dan juga peningkatan kualitas hidup yang pada kenyataannya masih di bawah rata – rata.

Dalam strateginya, Belinda Tanoto akan memberikan dukungan penuh terhadap pendidikan dan pengembangan anak usia dini dengan lebih menekankan kepada angka kasus stunting atau kerdil yang terjadi di Indonesia. Dan pada saat kasus stunting di Indonesia tersebut sedang jadi sorotan pemerintah, Belinda Tanoto sendiri mengantisipasinya dengan ikut terlibat secara aktif dalam bidang ini. Belinda Tanoto juga mengatakan bahwa ia akan selalu melakukan pendekatan yang berbeda pada sebuah masalah. Setelah ia sudah cukup memiliki model yang baik, ia akan langsung berbagi dengan pemerintah supaya mereka bisa mereplikasinya.

Tak hanya itu saja, Belinda Tanoto juga menyampaikan bahwa ia akan bermitra dengan 20 ribu sekolah dasar di Indonesia dalam satu dekade ke depan. Ia akan kenalkan pendekatan baru untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar, mempertajam data – data untuk hasilkan dampak yang lebih baik serta lebih produktif lagi, dan mengitensifkan dukungan pada anak usia dini. Tetapi, demikian, Belinda Tanoto juga mengatakan bahwa hal ini pastinya hanya akan sia – sia belaka jika memang tidak segera di eksekusi dengan baik dan benar.