Apa Saja Aset Yang Harus Dilaporkan Dalam SPT

Apa Saja Aset Yang Harus Dilaporkan Dalam SPT?

Apa saja aset yang harus dilaporkan dalam laporan pajak SPT anda? Untuk menyambut bulan pelaporan SPT, hal ini wajib untuk anda diketahui. SPT atau surat pemberitahuan adalah laporan pajak yang dilaporkan kepada pemerintahan Indonesia melalui Direktorat Jendral Pajak. Saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang masih belum paham tetang pelaporan aset apa saja yang mereka harus lampirkan dalam laporan pajak. SPT sendiri sebenarnya terdiri dari dua jenis. Yang pertama adalah SPT tahunan lalu ada juga SPT masa.

SPT tahunan merupakan laporan pajak yang pelaporannya dilakukan dalam setahun sekali oleh wajib pajak sebuah badan ataupun wajib pajak pribadi. Sedangkan SPT masa adalah laporan pajak yang dilakukan setiap bulannya dan jenis pajak yang dilaporkan setiap bulannya melalui SPT masa adalah PPh pasal 21, PPh pasal 22, PPh pasal 23, PPh pasal 25, PPh pasal 4 (2), PPh pasal 15 dan PPN. Untuk melakukan laporan pajak dalam SPT yang dilakukan per tahun, Wajib Pajak dapat menggunakan ases materi yang artinya pelaporan harta dalam SPT Tahunan akan memperhitungkan apakah nilai harta tersebut signifikan atau tidak terhadap total harta Wajib Pajak.

Sesuai dengan Peraturan Direktor Jendral Pajak menjelaskan asset apa saja yang harus anda laporkan dalam surat pemberitahuan tahunan anda. Yang pertama adalah harta yang sebelumnya sudah dilaporkan, yang dimaksud disini adalah harta yang sebelumnya sudah dilaporkan di surat pemberitahuan tahun lalu dilaporkan kembali saat mengisi laporan pajak tahunan. Namun, jika harta atau asset tersebut sudah terjual maka tidak perlu melakukan pelaporan ulang. Lalu yang perlu dilaporkan kemudian adalah kas dan setara kas. Kas dan setara kas merupakan semua harta atau asset anda berupa uang tunai, tabungan dan yang termasuk rekening Koran, deposito, giro, obligasi, reksa dana dan lain sebagainya. Kemudian anda juga perlu melaporkan semua aset atau harta anda dalam bentuk alat transportasi. Alat transportasi yang dimaksud seperti mobil, Yatch, sepeda motor, helikopter, pesawat jet, dan lain sebagainya yang merupakan alat transportasi.

Selain itu anda juga perlu melaporkan aset pribadi atau aset sebuah badan dalam bentuk harta yang tidak bergerak. Harta yang tidak bergerak yang dimaksud disini adalah furniture, peralatan elektronik, dan lain sebagainya. Akhir-akhir ini Direktor Jendral Pajak juga membahas untuk wajib pajak melaporkan aset berupa ponsel, walaupun hal ini masih dalam perdebatan pro dan kontra. Tanah dan/atau bangunan juga merupakan aset yang wajib anda laporkan dalam laporan pajak tahunan anda. Tanah dan/bangunan yang dimaksud disini adalah tanah dan/atau bangunan dalam bentuk tempat tinggal maupun tanah dan/atau tempat untuk usaha seperti toko, gudang, ruko, lahan, pabrik dan lain sebagainya. Selain itu perhiasan juga satu hal yang perlu anda sertakan dalam laporan pajak anda. Contoh perhiasan bisa berupa logam mulia seperti emas batangan, emas perhiasan, platina batangan, platina perhiasan dan logam mulia lainnya. selain itu batu mulia juga termasuk dalam perhiasan. Batu mulia sendiri terdiri dari intan, berlian dan batu mulia lainnya.

Demikianlah penjelasan aset atau harta apa saja yang perlu anda laporkan dalam surat pemberitahuan tahunan anda. Jika anda mendapatkan kesulitan untuk melakukan pelaporan wajib pajak tahunan anda, jangan sungkan untuk bertanya kepada petugas di kantor pelayanan pajak. Petugas di kantor pelayanan pajak akan dengan senang hati akan membantu proses pelaporan pajak anda sebagai warga Negara yang baik. Atau anda dapat juga bertanya atau mencari informasi lain di modalkita.com jika anda memerlukan informasi lainnya.